eBook memovende.co Ö Persiden MOBI ↠

Seberapa lama kita bisa menanggung sebuah rahasia memalukan?Tak ada yang tahu mengapa Cik Inan mendadak berubah sikap termasuk keempat saudara lelakinya Penasaran mereka berusaha mencari tahu penyebabnyaNamun tak pernah terbayang jika rahasia Cik Inan akan menyeret mereka ke masalah yang lebih rumit Bukan hanya menyangkut kelangsungan rumah bagonjong peninggalan leluhur mereka tetapi juga nama baik dan terutama rahasia rahasia konyol yang tersembunyi rapat rapat selama iniPersiden salah satu karya unggulan DKJ 2010 Melalui pergulatan sebuah keluarga di simpang Persiden Wisran Hadi berusaha menyampaikan konflik tradisi yang terjadi di Sumatra Barat Kental dengan nuansa Minangkabau novel ini menggugat polah tingkah kita sehari hari


10 thoughts on “Persiden

  1. says:

    Sebagai orang yang jauh dari budaya Minang buku ini adalah wahana belajar tentang Matrinial nya Minang Dan beberapa hal hal yang sangat erat dengan budaya terutama Rumah Bagonjong Persiden menurutku simbol akan perubahan antara lokal wisdom dan kemoderenan Disamping itu Persiden yang merupakan bangunan di tengah perempatan juga simbol bahwa setiap keputusan sikap dan keyakinan orang selalu berada di muara berbagai jalur Yang di setiap jalur ada tikungannyaSatir Dan mengiris


  2. says:

    Aku bener bener gagal move on setelah baca Persiden WkwkwwkAwalnya pengin ngasih tiga terus ganti lima Cuman sekarang lima itu ke masalah selera sementara yang tiga lebih ke penilaian objektifYang jadi daya tarik adalah nama Persiden itu sendiri Selain nama tempat dan jalan maknanya jadi lebih dalam ke persoalan tiap tokoh Aku selalu seneng tiap kali tokoh tokoh itu dalam masalah mereka digambarkan ada di persiden—maksudnya di persimpangan jalan Jadi judul sama cerita nyambung banget dan sangat berpengaruhTerus tiap tokoh mulai diperkenalkan satu per satu Kalo nama mamak mamak kepala kaum masih bisa diterima akal Cuman yang lucu adalah nama kayak Bang Samu Bang Saku Bang Krut Uni Sef Uni Emirat Uni Lateral Mas Sam atau Sampiran Belum lagi ada satu tokoh Maijen yang suka mempermainkan kata kayak gitu tapi muncul cuma di satu bab sih Ceritanya makin rame ajaAwalnya aku ngerasa aneh Pa Rarau—yang disebut sebagai PNS—sering digambarin “menangis berguling guling” Tertawa juga berguling guling Akhirnya tiap kali ada penjelasan itu aku ngakak sejadi jadinya Pa Rarau itu kan udah bapak bapak Sulit ngebayangin dia berguling guling tiap kali lagi emosi Tapi Pa Rarau ini salah satu tokoh favoritku selain Pa Tandang Mereka kalo udah debat atau ngomong sesuatu yang nggak sreg sama hati pasti lucu Padahal keadaan lagi genting atau seriusYang bikin agak bingung adalah Rumah Bagonjong Kupikir rumah itu sepi dalam arti harfiah Nggak berpenghuni dalam arti harfiah Tapi semakin ke belakang Ci Inan sering pulang ke sana Pas atapnya bocor Pa Mikie bilang Ci Inan suruh suaminya aja yang ngebetulin Dan ternyata Ci Inan sama Pa Lendo emang tinggal di sana Cuman emang jarang ada anggota kaum yang sering mampirKalo konflik udah dimunculin sejak bagian pertama Tujuh puluh halaman doang rasanya udah padet Tiap tokoh punya value sendiri sendiri Dan mereka ngelawan keadaan mulai dari kaum adat keponakan sampe kehidupan masing masingAku sampe takjub bisa banget Wisran Hadi ngolah jalinan serumit itu Ini juga yang jadi poin plus Di sekujur novel hampir dipenuhi sama tell Misal Pa Tandang lagi tengkar sama adik adiknya ya udah disebut suasana memanas Terus mereka tertawa tawa Atau waktu kecewangerasain sesuatu dijelasin apa adanya Tapi malah jadi seru dan enak diikuti Rasanya aku jadi tersadarkan ternyata tell itu bisa jadi bagus kalo tau makenya gimanaTopik yang dibahas pun beragam Ada politik agama keyakinan mistis egoisme sampe organisasi wanita Yang terakhir itu menurutku yang paling lucu Yah pada dasarnya adegan di sini banyak yang bikin ketawa sih; makanya gagal move on banget ;w;view spoiler Organisasi wanita itu disebut sebagai program pemerintah Semua serba mewah Program ibu ibu pada menjanjikan Eh ujung ujungnya malah kayak nyante nyante doang Gedung tinggi tiga tingkat itu mau dilebarin dikasih kolam salon dan fasilitas yang nggak masuk akal lain I mean c’mon program pemerintah apaan kalo cuma buat kepentingan pribadi gitu? Tapi ada yang jauh lebih seru lagi waktu narasi ngejabarin gimana wanita wanita itu bukannya memberdayakan peran mereka tapi malah terlalu bergantung ke pria buat memenuhi kebutuhan dan keinginan Kalo keterusan bukannya organisasi itu bekerja sesuai visi misi yang ada malah manja manja ke priaDan jangan dikira aku misuh misuh Aku justru ketawa karena akhirnya ada juga yang nyindir topik ini Muahahaha hide spoiler


  3. says:

    Novel ini menceritakan kisah keluarga besar yang mempunyai rumah pusaka keluarga yang dikenal masyarakat sekitar dengan nama ‘rumah bagonjong’ Ayah Bung Pa Tandang adalah anak laki laki tertua Ia mempunyai tiga saudara laki laki dan satu saudara perempuan yaitu Pa Mieki Pa Ragih Pa Rarau dan Cik Inan Dalam kakak beradik jika saling silang pendapat mungkin biasa terjadi Hubungan Pa Tandang dan adik adiknya mengalami pasang surut terutama menyangkut soal rumah bagonjong yang sertifikatnya digadaikan oleh Cik Inan tanpa memberitahu saudara laki lakinya Suami Cik Inan Pa Lendo sebagai semenda dinilai terlalu ikut campur urusan kakak beradik Komunikasi di antara mereka terputus sampai sampai tidak mau bertegur sapaMalati anak perempuan Cik Inan kembang desa Paratingga digosipkan hamil di luar nikah oleh guru mengajinya Desas desus tersebut akhirnya sampai ke telinga Pa Tandang Ia hanya mengetahui bahwa keponakannya dipindahkan sekolah ke Yogyakarta Berita tersebut bagaikan petir di siang bolong Malati telah mencoreng nama baik rumah bagonjong Apalagi mamak mamaknya bukan orang sembarangan Cik Inan dan Pa Lendo tidak mau berterus terang mengenai Malati Dari saudara jauh Pa Tandang diketahui bahwa Malati sudah menikah dan melahirkan anak namun anak tersebut diasuh oleh Ibu dari suaminya Malati dipisahkan dari suaminya dan baru boleh bertemu setelah lulus kuliah sementara suaminya masih melanjutkan kuliahDari masalah Malati berkembang menjadi besar ke harta warisan kewibawaan kaum kepemimpinan suku masa lalu rumah bagonjong dan hal hal berbau mistis Salah satu nenek dari rumah bagonjong ‘Sampiran’ mendatangi Pa Mikie secara gaib ia berkata kondisi rumah bagojong sekarang akibat termakan sumpahnya dahulu Konon Sampiran adalah saudara perempuan dari ibu mereka yang tidak diakui karena hamil di luar nikah dan dibuang dari ke daerah Lubuk Suami dari Malati masih keturunan dari Sampiran Artinya mereka masih satu suku Pa Mikie mendesak Pa Tandang dan Pa Rarau untuk mencari anak Malati Biar mereka yang mengasuhnya karena bagaimanapun anak Malati adalah penerus dari kaum mereka Penulis menyebut ‘Bung’ seakan akan sedang berkomunikasi dengan pembaca Novel Persiden mengemukakan pergeseran nilai silang pendapat kaum tua dan anak muda kepatuhan pada adat dan kaitannya dengan dunia modern sekarang Dalam adat istiadat Minang terdapat pepatah ‘Anak dipangku Keponakan dibimbing’ Sistem matrilineal dalam minangkabau menurunkan suku dari keturunan garis ibu dan perempuan Ketika masalah menimpa Malati anak perempuan Cik Inan menyeruak tidak hanya menjadi masalah orangtua nya saja Pa Tandang Pa Mieki Pa Ragih Pa Rarau sebagai mamak mamak dari Malati juga mendapat sorotan Bagaimana sih ninik mamak kok tidak tahu menahu kalau keponakannya sudah menikah? Apalagi kalau keadaan wanitanya sudah ‘berisi’ duluan Terlepas dari pencarian Malati Suami Malati dan Anaknya pokok ceritanya mempertanyakan sikap dan kedudukan ninik mamak dalam dunia yang sudah berubah dan berkembang Seringkali dalam penyelesaian adat istiadat masing masing pihak mementingkan ego masing masing Semisal tanah tanah pusaka keluarga sudah dijual digantikan dengan perbelanjaan ruko atau perumahan Sehingga persoalan Malati ini lebih banyak dilihat dari sisi pemikiran mamak mamaknya Bagaimana perasaan Malati sendiri yang dipisahkan dari anaknya setelah melahirkan hanya sedikit disinggungTerkadang penulis tidak hanya menyoroti masalah yang melingkupi cerita keluarga rumah bagonjong tetapi juga menyindir hal yang lain lain yang membuat cerita jadi melebar Saya juga menangkap sindiran halus dari penamaan tokoh tokohnya Saat saya melihat buku ini yang terpikir adalah judulnya yang aneh Seperti plesetan dari kata presiden Lalu saya mengenali nama penulis Wisran Hadi yang merupakan sastrawan dari ranah Minang Aha Saya sudah lama ingin membaca karya beliau namun belum jodoh sama karya karyanya Covernya unik Gambar rumah gadang yang didorong alat berat Kiasan yang tepat untuk menyiratkan terjadinya pergeseran nilai nilai adat dan budaya Minangkabau di dalam cerita Setelah membaca novel ini tertinggal sebuah kalimat di dalam pikiran saya “Apa kau benar benar mau jadi orang modern dengan meninggalkan segala yang ada dalàm adat dan budaya?”selengkapnya di


  4. says:

    Semacam terpana sama cara penulis bikin buku ini Semua kritik sosial tumplek di sini


  5. says:

    Melalui novel ini diceritakan sebuah kaum atau keluarga yang berusaha mempertahankan pusaka keluarga berupa rumah Bagonjong Namun di tengah tengah usaha tersebut banyak hal yang terjadi termasuk kehamilan di luar nikah sang penerus pusaka keluarga anak perempuan dari saudara perempuan Satu satunya yaitu MalatiPersoalan menjadi semakin sulit tatkala aib tentang Malati disembunyikan oleh kedua orang tuanya Membuat Malati semakin menjauh tak tahu rimbanya Rumah Bagonjong terancam mengalami kepunahan karena kehilangan penerus penjaga pusaka keluarga Diksi dari novel ini sangat kaya dan apik Enak untuk dibaca Apalagi latar belakang cerita adalah budaya dan adat orang orang Minang Menarik apalagi untuk yang bukan berasal dari MinangTapi di dalam novel ini terlalu banyak kebetulan kebetulan Pa Tandang yang kebetulan melihat Bijo Maudian yang ternyata kebetulan satu kaum dengan Malati tapi dinikahkan Maijen yang kebetulan memiliki sahabat lettu yang kebetulan menikah dengan anak adik perempuan Uni Sef dan yang paling aneh kebetulan di akhir cerita ketika Ci Inan dan semua Mamak kecuali Pa Mikie pergi ke Yogyakarta di hari yang sama tanpa janjian Untuk tujuan yang sama mencari Malati Dan banyak sekali kebetulan kebetulan yang lainSayangnya terlalu banyak kebetulan bisa mengaburkan logika cerita yang sedang apik dibangun Namun jika mengabaikan banyak kebetulan ini dan menganggapnya sebagai seni dalam bercerita novel ini Ciamiikkkk


  6. says:

    “Di sinilah uniknya hidup itu Bung Kita tidak pernah punya pengetahuan yang cukup tentang diri orang orang sekeliling masyarakat dan mungkin bangsa kita sendiri Kita Cuma punya pengetahuan yang sedikit tentang mereka tetapi sayangnya dengan yang sedikit itu kita sudah mengganggap tahu segalanya”—halaman 21Sebulan lalu aku menamatkan sebuah novel bejudul “Persiden” karangan Wisran Hadi Alm Novel ini adalah Novel unggulan DKJ 2010 Sampulnya sederhana saja; bewarna hijau lembut dengan gambar miniatur Rumah Padang Rumah Bagonjong yang berada ditengah himpitan mobil dan beko Novel ini berkaitan erat dengan orang Minang hingga Sapardi Djoko Damono menulis di kata pengantar novel ini sebagai; Ensiklopedi Masalah MinangSempat terbersit rasa kecewa saat membaca bagian pertamanya penjelasannya sedikit bertele tele dan terkesan membingungkan perlu membaca beberapa kali untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang lokasi cerita tersebut Seperti halnya Penulis mencoba menarik kita dari tempat duduk yang nyaman lalu menyeret kita ketempat baru yang sama sekali tidak kita kenal Persiden itulah nama tempat itu Persiden adalah pelesetan untuk sebuah Mall yang bernama President dikarenakan orang kampung sekeliling tidak terbiasa mengucap kata Pre lebih mudah mengucapkan kata Per Hingga dalam seketika saja Kompleks perbelanjaan mewah itu berubah nama jadi Persiden Persiden ini pun segera menjelma menjadi tempat gaul bagi anak anak muda Paratingga Hiruk pikuk orang menunggu angkot hangout sambil ngopi dan gosip sana sini sudah cukup membuat gaduh suasana Persiden setiap hariMeski judulnya Persiden namun kisah dalam novel ini adalah permasalahan dalam kaum Rumah Bajongong rumah adat yang tak jauh dari Persiden itu Saat telah sampai pada bagian dua dan seterusnya novel ini jadi lebih menarik Gaya bertutur Wisran Hadi dalam menghadirkan tokoh tokoh yang namanya terdengar lucu dan konflik yang melantur ke persoalan adat versus agama justru memperkuat cerita menggelitik perut dan membuat kita tahu akan budaya Minang Kesemuanya itu membuat cerita ini tak lagi membosankan Intinya novel ini bercerita tentang Malati yang diharapkan jadi penerus kebanggaan kaum Rumah Bagonjong malah hamil diluar nikah dan rahasia memalukan itu disembunyikan oleh Ci Inan dan Pa Lendo orang tuanya Malati Usaha mamak mamak Malati dalam menemukan dan mengungkap kasus itu justru membuka rahasia –rahasia lain dalam Rumah Bagonjong Begitulah gambaran singkat tentang permasalahan utama dalam Novel iniDalam novel ini Persiden oleh penulisnya dijadikan juga sebagai kata ganti dilema atau persimpangan hidup Pun dengan diri kita pasti mengalami dilema saat harus memilih satu diantara pilihan pilihan sulit saat dihadang permasalahan pelik dalam hidup ini Novel ini memberi kita sebuah pertanyaan besar yang harus kita jawab sendiri; “Akan kearah manakah kita nanti saat dihadapkan pada “Persiden” diri kita sendiri?”


  7. says:

    355 bintangSebelumnya terima kasih banyak atas prembule dari Sapardi Djoko Damono tentang model penceritaan dan sudut pandang buku ini karena jika tidak ada itu mungkin gw bakal tersesat sesesat sesatnya di Persiden apeuuPersiden adalah plesetan masyarakat Paratingga untuk mall mewah President yg ada di persimpangan Persiden juga merupakan tempat gaul bagi anak anak muda ParatinggaTempat mangkal angkot tempat berkumpul orang orang untuk sekedar kongkow ngopi sambil bergosip dan kegiatan kegiatan leyeh leyeh lainnya Persiden oleh penulis digunakan sebagai kata ganti dilema atau persimpangan hidup Dan persiden pelik sedang dialami oleh kaum Rumah Bagonjong Meski judulnya Persiden namun kisah dalam buku ini adalah permasalahan dalam kaum Rumah Bagonjong Dimana kasus Malati yg diharapkan sebagai penerus keturunan dan kebanggaan kaum malah hamil di luar nikah dan disembunyikan oleh Ci Inan dan Pa Lendo ibu dan ayah Malati Usaha mamak mamak Malati dalam mengungkap kasus ini malah mengungkapkan rahasia rahasia lain dalam Rumah Bagonjong Ya kira kira semacam itu gambaran amat singkatnyaYg menjadi sorotan gw adalah pemilihan nama Gw akui alm Wisran Hadi memiliki selera humor yg oke Nama nama yg digunakan untuk tokohnya banyak yg konyol misalnyaPa Rarau karena dia suka me rarau rarauAda Mas Sam yg mengaku bernama asli Samsul Bahri tapi bukan Samsul Bahri nya Siti Nurbaya dan dipanggil Mas Sam karena beliau ini jualan jeruk namun jeruknya nggak ada yg manis alias masam semua XDLalu ada Maijen pensiunan tentara yg minta dipanggil Kopral Maijen sesuai pangkat terakhirnya namun jadi aneh karena menurut orang orang namanya kepanjangan dari mayor jenderal XDKemudian ada Rangkayo bekas pengusaha kaya yg sekarang sudah bangkrut Mempunyai seorang istri yg dulunya adalah penyanyi bernama SopranBelum lagi tiga uni keluarga rumah Bagonjong Uni Sef Uni Lateral dan Uni Emirat ngakak Terus ada Bang Samu dan Bang Saku XD Alhasil gw kadang tersenyum geli sendiri dengan nama namanya Konfliknya agak melantur kemana mana dimana intinya adalah persoalan adat vs agama dan kepiawaian Wisran Hadi dalam bercerita bikin semua itu jadi nggak terlalu membosankan Minimal gw jadi tau sedikit budaya MinangSatu lagi soal cover Gw jarang menemukan buku fiksi dengan cover yg diambil dari foto Buku ini memberikan cover semacam itu kalo buku buku luar buanyak banget pake foto yg diotak atik Namuuun foto yg sudah diedit untuk sampul buku inilayoutnyaentah kenapamalah bikin covernya jadi terlalu tjantiek Malah kayak cover chicklit D Warnanya soft banget dan kesannya jadi sangat feminin padahal isinya jauuuuuuuh banget dari itu Well mungkin ini salah satu contoh Don't judge a book by it's cover kali ya D


  8. says:

    Endingnya menggantung seperti bercinta tanpa orgasme Tapi ya dengan memilih ending ini penulis menyerahkan akhir kisah kepada pembaca Biarkan pembaca punya ending versi masing masing Terlebih karena sebelum ending penulis menawarkan berbagai pilihan untuk para tokohnya Biar di kepala pembaca saja para tokoh itu memilihAwal baca buku ini sebetulnya agak membosankan karena saya yang berdarah Jawa Sunda harus masuk ke ranah Minang yang sangat asing bagi saya Tapi lama kelamaan penulis berhasil membawa saya hanyut ke dalam cerita sebab unsur komedinya sangat sangat menghibur Saya bisa tiba tiba terpingkal pingkal dan lupa sedang membaca novel ini di bus D Ulasan Sapardi Djoko Damono di pembuka novel ini patut dipertimbangkan untuk terus melanjutkan membaca novel sampai tuntasSayang Wisran Hadi sudah tutup usia Padahal penulis seperti dia yang mengangkat budaya adat istiadat di Indonesia dengan teknis menulis yang rapi dan terstruktur masih langka


  9. says:

    Buku ini ditulis dengan gaya baru dengan pengandaian dari jalan yang bisa dipilih Karakter para tokoh menghablur menjadi sifat sifat dasar manusiaIni cerita tentang kekang adat malu dan mempertanyakan untuk apa adat membesarkan yang kecil dan mengkerdilkan yang besarBeberapa kalimat disampaikan secara gamblang seperti bahasa preman Haha


  10. says:

    I love books because they let me travel faraway to distant places and learning different cultures by just turning pages This particular book lets me learn A LOT about the culture of the Minangkabau or Minang people of West Sumatera Indeed it is not only the food of the Minang people that charms the tales that its writers spin are as charming if not eye opening ^^